Apa itu Aswaja??



Oleh: Ayu Dewi Rosita

Ahlusunnah wal Jama’ah merupakan salah satu firqah dari firqah-firqah yang ada. Ahlusunnah Wal Jamaah terdiri dari tiga kata ahlun artinya golongan, sunnah artinya hadis, dan jama’ah artinya mayoritas. Maksudnya golongan orang-orang yang ibadah dan tingkah lakunya selalu berdasarkan pada Alqur’an dan hadits, sementara pengambilan hukum Islamya mengikuti mayoritas ahli fiqih. 

Dalam menjalankan kegiatan dalam keagamaanya kaum sunni, menganut salah satu dari satu mazhab mempat : Hanafi, Maliki, Syafi’I, dan Hambali, serta mengikuti Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam al-Maturidi dalam bidang akidah yang merupakan ulama besar yang telah berjasa mengibarkan bendera Ahlusunnah Wal Jama’ah.[1]

Golongan Ahlusunnah wal Jama’ah secara umum adalah pengikut yang melakukan semua ajaran keislaman dengan konsep Ahlusunnah wal Jama’ah yang selalu berpegang teguh pada Al-Quran, Sunnah dan Atsar sahabat dalam menjalankan semua ajaran agama dalam berbagai bidang.

Menurut Sirajudin Abbas makna dari Ahlusunnah berarti penganut sunnah Nabi SAW, dan wal Jama’ah adalah penganut ‘itiqad sebagai ‘itiqad jamaah sahabat Nabi SAW. Menurut istilah Ahlusunnah wal Jama’ah adalah kaum yang menganut ‘itiqad yang dianut Nabi Muhammad SAW.

Prinsip-prinsip pokok Ahlusunnah wal Jama’ah meliputi : [2]

1.      Tauhid
2.      Keadilan
3.      Amar ma’ruf nahyu mungkar
4.      Al-hurriyah
5.      Musawah
6.      Ta’awun
7.      tasamuh





[1] Munawir Abdul Fattah, Tradisi Orang-orang NU, Yogyakarta : Lkis Pelangi Aksara, 2006, cet ke 3 hlm. 7
[2] Ali Anwar, Avonturisme NU : Menjejaki Akar Konflik Kepentingan Politik Kaum Nahdiyin, Bandung : Humaniora, 2004, hlm. 91-92


Posting Komentar

0 Komentar