Oleh: Asep Ahmad Abdul Aziz
Pada saat ini kesadaran dan semangat dalam beragama di masyarakat
cenderung meningkat terutama dalam lingkup masyarakat urban perkotaan dan anak
muda.Pada saat ini marak terjadi fenomena yang lazim di sebut dengan hijrah
yang di tandai dengan semangat beragama yang tinggi dan juga gaya hidup yang
islami.Hal ini tentu mengembirakan dan patut untuk di apresiasi.
Umat islam
khususnya aswaja aswaja sebagai aswaja yang menjadi mayoritas umat islam,di
indonesia juga arus utama umat islam adalah aswaja.yang paling di tekankan
dalam internalisasi ajaran aswaja di indonesia adalah sikap beragama yang toleran (tasamuh), terbuka, seimbang (tawazun), moderat (tawassuth), dan
konsisten dalam bersikap adil.Sikap dalam beragama inilah yang menjadi yang
menjadi kekayaan dan kekuatan arus besar umat islam indonesia yang dapat
menjamin berlangsungnya kehidupan bangsa indonesia sebagai bangsa yang
plural,dengan agama ,suku dan kebudayaan yang berbeda-beda.
Akan tetapi di tengah munculnya semangat beragama yang tinggi dari
masyarakat muncul pula ancaman yaitu kekuatan liberal dan kekuatan islam garis
keras.Hal ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi islam yang toleran
terutama ASWAJA.
Yang harus di perhatikan liberal dan islam garis keras ini bersifat
transnasional dan lintas negara.keduanya menjadi ancaman bagi berlangsungnya
sikap beragama aswaja yang toleran,moderat,dan seimbang.
Paham liberal menghantam sendi-sendi nilai beragama yang telah di
tanamkan aswaja yang sudah ada selam berabad-abad karena dalam aspeknya yang bersifat
sapu bersih dan meniscayakan nilai-nilai kebebasan dalam hal apapun dengan
manusia sebagai pusatnya tanpa perlu adanya petunjuk dari agama.Islam garis
keras pun sangat berpotensi untuk menghilangkan dasar islam aswaja yang ramah
dan rahmatan lil alamin.
Islam garis keras menginginkan kebangkitan islam dengan menggunakan
berbagai cara yang ekstrim bahkan tidak segan untuk menggunakan kekerasan dan
teror,mereka mengabaikan tuntutan modernitas yang secara realita tidak dapat
untuk di hindari karena merupakan keniscayaan dari perubahan zaman.
Ancaman-ancaman ini harus di sikapi dengan serius dan mengharuskan
aswaja untuk merapatkan barisan agar tidak mudah untuk terpapar paham-paham
ini.Dan menyebarkan kembali nilai-nilai luhur dan belajar dari pengalaman
sejarahnya.
Karena tantangannya bersifat mondial,maka reaksi yang di berikan
pun harus bersifat mondial.hal ini tentu saja sangat perlu untuk di lakukan
karena ancaman ini bersifat sangat penting untuk di abaikan.Upaya yang
berkesinambungan dan komprehensif sangat perlu di upayakan secara
terus-menerus.Nilai harus di tandingi dengan nilai instrumen di hadapi dengan
instrument pula.Maka dari itu perlu sekiranya organisasi penyangga aswaja di
indonesia memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan modern.

0 Komentar