Toleransi Antar Umat Beragama


Oleh: Marwatus Sholihah


Indonesia sebagai negara yang memiliki budaya, ras, bahasa dan agama yang beragam yang tidak akan menjadikannya makmur jika tidak tertanam sikap toleransi disetiap warga negaranya. Salah satu sikap toleransi yang sangat dibutuhkan negeri ini adalah sikap toleransi antar umat beragama. Karena manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain mengharuskannya berinteraksi dengan individu/ manusia lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalankan kehidupan sosial manusia akan dihadapkan hal-hal yang berbeda dengannya, salah satunya adalah perbedaan dalam keyakinan atau agama oleh karenanya sangat penting baginya dalam menamkan sikap toleransi.

Sebelum membahas toleransi beragama, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu apa maksud dari toleransi itu sendiri. Toleransi secara bahasa berasal dari bahasa latin “tolerare”, yang berarti sabar dan menahan diri. Toleransi juga dapat berarti sikap saling menghargai, tenggang rasa, membolehkan dan membiarkan orang lain dalam berpendapat lain atau melakukan sesuatu yang tidak sependapat dengan kita tanpa melakukan diskriminasi atau intimidasi.

Di Indonesia sendiri mengakui adanya 6 agama yang dianut masyarakatnya, yaitu islam, kristen, hindu, budha, katolik dan konghucu. Terlebih ditambah agama lain yang dianut warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Agama yang dianut oleh warga negara asing selama sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia juga harus dihargai, sesuai dengan nilai nilai luhur bangsa Indonesia yang menjadi dasar negara yaitu Pancasila, oleh karenanya toleransi beragama di Indonesia dikembangkan.

Nilai nilai luhur Pancasila tersebut sesuai dengan sila pertama yang tercantum dalam pancasila, “ketuhanan yang maha esa”. Serta UUD 1945 pasal 29 ayat 2, menguatkan tentang perlunya toleransi beragama yang harus dilaksanakan di Indonesia, berisi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.

Didalam pandangan islam sendiri toleransi antar umat beragama yaitu menghargai dan menghormati keyakinan dan agama orang lain bukan menyamaratakan atau mencampuradukkan keyakinan agama islam dengan agama lain. Akan tetapi, toleransi disini yaitu membolehkan kepada setiap orang dalam melakukan kegiatan sesuai dengan keyakinannya masing masing. Salah satu konsep toleransi yang sangat penting dalam islam yakni tidak bersikap sinkretisme artinya mencari kesamaan antara agama islam dengan agama lain sehingga timbul kesetaraan. Sikap inilah yang dilarang oleh Allah SWT. Karena dapat menimbulkan sifat Syirik (menyekutukan Allah) sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran : 19 yang artinya “Agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam”

            Salah satu contoh toleransi antar umat beragama di Indonesia yakni antara umat kristen dengan umat islam dimana tahun lalu pengurus Gereja Katedral Jakarta Pusat mengubah jadwal misa minggu pagi yang bertepatan dengan Hari Idul Fitri ditahun lalu. Hal itu dilakukan agar halaman gereja ini bisa dipakai parkir umat Muslim yang shalat di Istiqlal.

Lalu adapula contoh toleransi antarumat beragama di Kabupaten Tambrauw, papua barat, disana yang menjadi petugas pada setiap perayaan hari besar umat kristen adalah umat islam begitupun sebaliknya. Sungguh indah bukan, kerukunan dan toleransi tersebut bukan karena desakan pemerintah, tetapi tumbuh dari kebersamaan di tengah masyarakat dengan sendirinya.

Posting Komentar

0 Komentar